Sabtu, 12 Februari 2011

JADWAL UN 2013

Jadwal UN 2013

Jadwal Ujian Nasional SMA / MA 2013

Program IPA



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Fisika 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Kimia 40 120 menit 18 April 2013
6 Biologi 40 120 menit 18 April 2013





Program IPS



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Ekonomi 40 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Sosiologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Geografi 50 120 menit 19 April 2013





Program Bahasa



No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Bahasa Asing 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Antropologi 50 120 menit 18 April 2013
6 Sastra Indonesia 40 120 menit 18 April 2013





Program Keagamaan




No Mata Pelajaran Soal Waktu Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
2 Tafsir 50 120 menit 16 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Fikih 50 120 menit 18 April 2013
6 Hadits 50 120 menit 18 April 2013

Jadwal Ujian Nasional SMP /  MTs 2013

No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 22 April 2013
2 Bahasa Inggris 50 120 menit 23 April 2013
3 Matematika 40 120 menit 24 April 2013
4 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 25 April 2013

Jadwal Ujian Nasional SMK 2013

No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Praktik Kejuruan 1 Paket 18-24 jam selesai dilaksanakan paling lambat tanggal 24 Maret 2013
2 Bahasa Indonesia 50 120 menit 15 April 2013
3 Bahasa Inggris 50 120 menit 16 April 2013
4 Matematika 40 120 menit 17 April 2013
5 Teori Kejuruan 40 120 menit 18 April 2013

Jadwal Ujian Nasional SD / MI 2013

No Mata Pelajaran Soal Waktu* Tanggal
1 Bahasa Indonesia 50 120 menit 6 Mei 2013
2 Matematika 40 120 menit 7 Mei 2013
3 Ilmu Pengetahuan Alam 40 120 menit 8 Mei 2013

Senin, 04 Januari 2010

Menolong Anak Belajar Mengendalikan Diri

Dengan belajar mengendalikan diri, anak-anak bisa membuat keputusan yang tepat dan menanggapi situasi yang menekan dengan cara-cara yang bisa memberikan hasil positif. 
Contohnya, bila Anda mengatakan bahwa Anda tidak akan menyajikan es krim sampai setelah makan malam, anak Anda mungkin menangis, membuat alasan, atau bahkan berteriak dengan harapan Anda akan memberi mereka es krim. Tetapi dengan pengendalian diri, anak Anda bisa memahami bahwa emosi yang meledak-ledak tidak akan membuat Anda memberikan es krim, sehingga akan lebih bijaksana bila menunggu dengan sabar.
Berikut beberapa saran tentang bagaimana menolong anak-anak Anda belajar mengendalikan tingkah laku mereka.

  1.  Anak baru lahir sampai usia 2 tahun. Bayi dan balita bisa frustasi karena besarnya jarak antara hal-hal yang mereka inginkan dan apa  yang dapat mereka lakukan. Sering kali, ledakan emosi merupakan respons mereka ketika menghadapi hal tersebut. Mereka juga kadang mencoba melindungi emosi mereka dengan merusak mainan kecil mereka atau kegiatan-kegiatan lain. Bagi anak-anak yang menginjak usia 2 tahun, cobalah untuk memberikan waktu menyendiri sebentar di suatu tempat tertentu -- seperti di kursi dapur atau anak tangga yang paling bawah -- untuk menunjukkan konsekuensi dari ledakan emosi, dan ajarkan bahwa lebih baik menyendiri sebentar daripada meledakkan kemarahan.
  2. Anak usia 3 -- 5 tahun. Anda bisa saja terus menggunakan waktu menyendiri. Namun, daripada memaksakan batas waktu tertentu, hentikan waktu menyendiri saat anak sudah mulai tenang. Ini membantu anak-anak meningkatkan tingkat pengendalian diri mereka. Pujilah mereka agar tidak kehilangan kendali dalam situasi yang membuat frustasi atau sulit.
  3. Anak usia 6 -- 9 tahun. Saat anak masuk sekolah, mereka bisa memahami konsekuensi yang diberikan dengan lebih baik, dan mereka bisa memilih tingkah laku yang baik dan yang tidak baik. Anak Anda mungkin bisa terbantu dengan membayangkan suatu tanda berhenti yang harus dipatuhi dan memikirkan keadaan tertentu sebelum memberikan respons. Doronglah anak Anda untuk melalui situasi yang membuat frustasi selama beberapa menit untuk menenangkan diri, dan bukannya malah meledakkan emosinya.
  4. Anak usia 10 -- 12 tahun. Anak-anak yang lebih besar biasanya bisa lebih baik dalam memahami perasaan mereka. Doronglah mereka untuk memikirkan apa yang menyebabkan mereka kehilangan kendali dan ajak mereka menganalisanya. Jelaskanlah, terkadang situasi-situasi yang pada awalnya membuat sedih, dapat berakhir dengan sangat berantakan. Bujuklah anak untuk meluangkan waktu sebentar sebelum meresponi suatu situasi.
  5. Anak usia 13 -- 17. Pada usia ini, anak-anak seharusnya dapat mengendalikan sebagian besar tindakan mereka. Tetapi, ingatkan para remaja untuk memikirkan konsekuensi jangka panjangnya. Bujuklah mereka supaya berhenti sejenak untuk mengevaluasi situasi yang menyedihkan itu sebelum memberikan respons dan bicarakanlah masalah-masalahnya daripada kehilangan kendali, membanting pintu, atau berteriak. Bila perlu, disiplinkan anak remaja Anda dengan memberikan hak istimewa untuk menguatkan pesan bahwa pengendalian diri adalah keterampilan yang penting.
  Saat Anak-Anak Lepas Kendali
   
  Berikan contoh yang baik untuk anak-anak Anda dengan menunjukkan cara-cara yang sehat dalam memberikan reaksi atas situasi yang membuat mereka stres. Sesulit apa pun, tetaplah berusaha untuk tidak berteriak saat Anda sedang mendisplin anak-anak Anda. Sebaliknya, cobalah untuk tegas dan fokus pada masalah.
  Saat anak Anda sudah mulai tenang, tetaplah tenang dan jelaskan bahwa berteriak, emosi yang meledak, dan membanting pintu adalah perilaku yang tidak dapat diterima dan ada konsekuensinya -- lalu katakan apa konsekuensinya.
  Tindakan Anda bisa menunjukkan bahwa kemarahan bukanlah cara yang tepat bagi anak-anak untuk meminta sesuatu. Contohnya, bila anak Anda marah di toko serbaada setelah Anda menjelaskan mengapa Anda tidak mau membelikan permen untuknya, jangan menyerah -- hal ini menunjukkan bahwa kemarahan adalah sesuatu yang tidak dapat diterima dan tidak efektif untuk mereka lakukan.
  Bila anak Anda sering kehilangan kendali dan terus mendebat/membantah, antisosial, atau impulsif, atau bila kemarahannya lebih dari 10 menit, bicarakan hal ini dengan dokter anak Anda. Bicarakan pula dengan dokter bila kemarahan anak Anda yang masih sekolah itu disertai dengan:
  * kegelisahan/keresahan,
  * sikap impulsif,
  * sikap menentang,
  * kesulitan dalam berkonsentrasi,
  * harga diri yang rendah, atau
  * menurunnya prestasi di sekolah.
  Pertimbangkan untuk berbicara dengan guru anak Anda tentang susunan ruang kelas dan tingkah laku yang tepat seperti yang diharapkan. Juga, lihatlah pada tindakan Anda sendiri apakah Anda sedang mengatasi sebaik mungkin situasi yang membuat stres. Bila tidak, Anda mungkin ingin bertanya kepada dokter Anda apakah diperlukan konseling keluarga. dan artikel ini akau ambil dari eramuslim, smoga bermanfaat...Amiin

   

Mencintai Buku Dimulai Dari Keluarga

.: Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang :.
Sunday, December 20, 2009
~Mencintai buku dimulai dari keluarga~

Menumbuhkan kebiasaan Anak hobi membaca atau mencintai buku pada anak usia dini, bukanlah proses yang mudah, yaaa...kita nggak bisa memaksakan anak, harus bisa baca, tapi yang terpenting adalah Bagaimana Anak kita Mencintai buku, itu yang sulit....

Namun banyak kalangan sepakat, membaca merupakan salah satu keterampilan yang harus dikuasai anak-anak sejak dini, sebab rendahnya kemampuan membaca anak-anak bakal berdampak pada kekurang mampuan mereka dalam menguasai ilmu pengetahuan dan matematika.

Pada titik ini muncul pertanyaan apakah teknis membaca atau menumbuhkan minat anak terhadap bacaan yang sebaiknya didahulukan, Jadi mengingat bukunya Glenn Doman dalam bukunya " Mengajarkan bayi anda Membaca " Menyebutkan anak usia 18 bulan hingga empat tahun memiliki rasa ingin tahu yang amat besar, Keingin tahuan tersebut tidak hanya muncul ketika melihat simbol yang tertera dalam buku.

Pengenalan terhadap kesenangan dan mencintai buku ini bisa dilakukan Orangtua mulai dari lingkungan keluarga, dan dibawah ini tips agar anak mencintai buku :

  1. Beri tauladan membaca setiap hari.
  2. Ajak anak-anak berinteraksi dengan buku.
  3. Sediakan buku favorit di tempat-tempat yang mudah dijangkau
  4. Luangkan waktu untuk mendengar dan membimbing anak membaca.
  5. Ajak anak-anak ke toko buku atau perpustakaan.
  6. Ciptakan suasana nyaman, tenang, sekaligus menyenangkan.
  7. Jangan batasi bahan bacaan tapi beri arahan mereka menyukai buku berkualitas.
  8. Lakukan diskusi kecil tentang ini buku yang tela mereka baca.
  9. Buat permainan yang bisa memperbesar minat baca mereka.

Nah, yang terpenting...kita nggak bisa memaksakan anak harus bisa baca sejak usia dini, tapii, yang sulit itu Anak SUKA BUKU....bukan dipaksa harus bisa baca, karena anak kalo udah suka dan mencintai buku....Insya Allah anak ada rasa ingin tahu membacanya, dan timbul keinginan untuk belajar baca....yaa smoga bermanfaat..!!!

Minggu, 03 Januari 2010

Cerita Rakyat Nusantara

Cerita Rakyat Nusantara

Nanggroe Aceh Darussalam

Sumatra Utara

Sumatra Barat

Riau
Kepulauan Riau

Bangka-Belitung

Jambi

Sumatera Selatan

Lampung

Bengkulu
DKI Jakarta
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Gorontalo
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan

Sulawesi Tenggara

Maluku

Maluku Utara
Papua
Papua Barat

Mengenal Teknik Belajar Efektif

Setiap orang pastinya ingin sukses. Salah satu cara yang menjadi keniscayaan adalah menjadi seorang pembelajar secara terus-menerus. Apapun teknik belajar yang digunakan, yang terpenting adalah semangat atau kemauan untuk belajar.

Tidak ada batasan umur, wilayah, ras, agama, semua berhak untuk mendapatkan kesempatan belajar.

Perlu Anda ketahui, setiap orang memiliki gaya belajar berbeda-beda. Ada yang bergaya belajar verbal, visual, atau kinestetik. Masing-masing gaya tersebut memiliki karakteristik berbeda.

Saat ini, mungkin Anda sedang mencari teknik belajar yang efektif. Merasa cara belajar Anda selama ini masih kurang pas, dan tidak optimal.

Nah, berikut 4 persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum belajar, yaitu :

1. Persiapan Mental

Masalah mental memiliki peran tersendiri dalam mendukung kesuksesan belajar Anda. Karenanya, bayangkan, hasil ujian yang baik agar Anda merasa bahagia dan nyaman dalam belajar. Berpikirlah positif. Yakinlah, Anda mampu menyelesaikan semua pelajaran dengan baik. Teknik belajar yang baik adalah dengan memasang mental Juara. Seorang juara akan selalu berjuang hingga titik darah penghabisan, tanpa peduli hasil akhir yang akan ia dapatkan.

2. Persiapkan Fisik

Jika fisik tidak prima, maka Anda tidak mungkin bisa belajar dengan efektif. Sebelum mulai belajar, Anda bisa melakukan senam ringan, untuk memberikan efek ketenangan pada psikis Anda. Anda juga bisa mengkonsumsi makanan dan minuman bergizi sebelum belajar. Anda juga bisa mandi terlebih dahulu, agar lebih bersemangat dalam belajar. Fisik yang bugar, menjadi bagian teknik belajar yang efektif.

3. Tentukan yang ingin Anda Pelajari

Pastikan Anda mempelajari mata pelajaran yang tepat. Jika Anda akan menghadapi ujian, jangan sampai Anda tidak mendapatkan informasi mengenai bab yang akan diujikan. Akan sangat fatal hasilnya jika Anda mempersiapkan yang bukan sesungguhnya diujikan, karena keteledoran Anda. Sebaik apapun teknik belajar yang Anda gunakan, jika tidak didukung keakuratan informasi materi yang diujikan, maka hasilnya tidak akan optimal.

4. Berdoa

Hal ini akan melatih konsentrasi dan menumbuhkan keyakinan diri sebelum melakukan sesuatu. Bahkan, keyakinan menjadi satu faktor pendukung kesuksesan, yang mendukung teknik belajar yang lain.

Berikut ini langkah-langkah teknik belajar yang efektif :

1. Kenali gaya belajar Anda

Pahami, apakah Anda lebih mudah mengingat sesuatu melalui verbal, gambar (visual), atau kinestetik. Jika tipe verbal, perbanyak belajar melalui membaca atau mendengarkan. Jika tipe visual, perbanyaklah belajar menggunakan bantuan gambar-gambar. Sementara bila tipe kinestetik, lakukan belajar sambil melakukan (berbuat).

2. Latih konsentrasi

Teknik belajar yang baik tidak ditentukan pada lamanya waktu, tapi kualitas tingkat konsentrasi. Untuk melatihnya, setiap hari biasakan 5-10 menit untuk belajar. Semakin lama tingkatkan durasi waktunya.

3. Kontinyu

Jangan belajar hanya saat akan menghadapi ujian. Biasakan belajar secara rutin. Sesuatu yang dibaca berulang-ulang pasti akan lebih mudah diingat.

4. Gunakan teknik menghafal

Anda bisa menggunakan beberapa sistem dalam menghafal yang efektif. Misalnya, membuat singkatan dengan istilah yang mudah diingat. Model itu disebut jembatan keledai atau kaitkan konsep dengan gambar tertentu yang lebih mudah diingat.

5. Buat catatan singkat pada kertas kecil untuk memudahkan mengingat

Anda bisa menggunakan teknik belajar ini untuk mengingat hal-hal penting dalam proses belajar Anda. Dengan demikian, Anda bisa mengulangnya dari catatan tersebut, tanpa perlu membawa diktat pelajaran yang tebal.

Senin, 14 September 2009

Etika dalam menggunakan facebook

Etika dalam menggunakan facebook

Apr 27, 2009 Author: aris | Filed under: Lainnya

Beberapa waktu lalu muncul kasus pria membunuh istrinya karena sang istri mengubah status di Facebook menjadi single. Kasus lain, meski tak seekstrim itu, bisa muncul kapan saja hanya karena situs jejaring semacam Facebook. Lantas bagaimana meminimalisir hal ini terjadi? Beberapa ‘etika’ Facebook yang dikutip detikINET dari Msnbc berikut mungkin berguna bagi Anda.

1. Status hubungan Anda adalah keputusan bersama pasangan

Jangan pernah mengubah-ubah status hubungan Anda jika tidak didasari kesepakatan bersama antara Anda dan pasangan. Banyak kasus buruk terjadi akibat seseorang merubah statusnya secara sepihak. Jangan lupa, teman-teman Anda atau teman pasangan Anda bisa mengetahui hal ini dengan cepat.

2. Berteman dengan teman dari sahabat Anda pun ada etikanya

Ketika ingin berteman dengan teman sahabat Anda di Facebook, jangan lupakan keberadaan teman Anda yang di sini berperan sebagai ‘penghubung’. Katakan dari siapa Anda mengetahui profil mereka. Anda tak mau
dicurigai sebagai sales bukan?

3. Siapkan diri ketika berteman dengan seseorang yang pernah berkencan dengan Anda

Sebelum Anda melakukannya, lebih baik Anda siap mental dulu. Beberapa status yang dia tulis bisa jadi membuat Anda cemburu. Dibutuhkan kedewasaan untuk melakukan hal ini. Namun jika Anda tidak ambil pusing, lakukan saja.

4. Jangan banjiri profil dengan foto, video, dan komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan Anda

Hal itu sepertinya tidak pantas dilakukan di Facebook. Jika Anda ingin minta simpati, teleponlah teman Anda, jangan bertanya pada orang-orang di dunia maya, apalagi di Facebook yang diakses banyak orang. Anda malah bisa dipermalukan.

5. Jangan curhat dan buka rahasia di Facebook

Jika Anda ingin curhat dan sejenisnya, lebih baik Anda tidak melakukannya di
Facebook. Gunakan saja e-mail, telepon atau lakukan saat sedang makan bersama teman Anda misalnya. Masih banyak fasilitas lain bukan? Anda tentu tidak ingin rahasia Anda diumbar oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

6. Kenali Perbedaan antara Wall dan Message

Suatu pernyataan yang menyangkut hubungan pribadi Anda sebaiknya tidak usah terlalu diekspos. Kalimat seperti “I luv u soo much baaabyy.. I Can’t wait too see 2neit”, mungkin akan lebih cocok jika ditulis di message.

7. Jangan sekali-kali Membuat profil Palsu

Mungkin terlintas di benak Anda untuk membuat akun palsu mantan pacar yang telah menyakiti Anda. Kemudian, Anda posting hal-hal buruk tentangnya. Tentu saja, jangan pernah benar-benar melakukan hal ini. Jika aksi Anda ketahuan, orang-orang malah bisa memberi cap negatif pada Anda.

Intinya adalah jangan umbar banyak informasi tentang diri Anda apalagi yang bersifat pribadi. Anda tak akan pernah tahu apa saja yang bisa terjadi ke depannya. Ingat, dunia maya meski menyenangkan tetap penuh dengan risiko dan juga orang-orang jahat.


Tips Menggunakan Facebook untuk para facebookers

Tips Menggunakan Facebook untuk para facebookers

Apr 27, 2009 Author: aris | Filed under: Lainnya

Jangan terlalu lengkap memasang profil diri dan foto di Facebook! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati. Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.

Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya teman sekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana, maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol kita.

Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korban ‘impersonation’.

Kasus

Tulisan ini sengaja dibuat, karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi di sebuah perguruan tinggi swasta . Si mahasiswi tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkan di tengah malam sekalipun.

Setelah setelah digali informasi lebih lanjut, ternyata ditemukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seolah-olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut. Inilah yang disebut dengan kasus ‘impersonation’

Bahkan si pelaku (impersonator), memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us. Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita.

Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.

Penyelesaian

Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data-data dan foto-fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan ‘flag blog’, dengan pilihan ‘impersonation’. Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.

Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan dari pengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blog yang menjadi keberatan kita.

Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack. Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan. Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita, adalah foto yang melanggar hak cipta.

Pencegahan

Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di dunia Facebook:

1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook. Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudah mendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data diri kita disalah-gunakan (abused)

2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas. Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda, sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik. Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.

3). Jangan sembarangan ‘add friend’ atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends”-nya, berarti semakin sedikit teman-teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends”-nya cukup banyak.

4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging”, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin-rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain, padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita dari foto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.

5). Jangan tunda-tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation’, untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal di atas.


One Response for "Tips Menggunakan Facebook untuk para

Jumat, 21 Agustus 2009

Video Karnaval HUTRI Ke 64 di Sungailiat


Video Karnaval HUTRI Ke 64 di Sungailiat
SD Negeri 24 Sungailiat

Galeri






Tari Sambut
Arie Pratama, Defia Fransiska, Marthalia, Yulia, Defita, Defiana, dan Handi Jovian


Tari Mendulang Timah


Supra dan ...



Reynaldi dan Distrini Oktariani


Pakaian Adat


Karnafal SDN 24 Sungailiat
Pembawa Bendera Curniasih dan Ervira


Latif Sudirman dan Seren


Apriliani dan Suryadi


Afdhal Ihza Mahendra dan Melinda Via Ambarwati


Sabtu, 15 Agustus 2009

Mengajar Matematika Tidak Cukup Hafal Rumus

Mengajar Matematika Tidak Cukup Hafal Rumus

By Republika Newsroom
Kamis, 23 Juli 2009 pukul 18:43:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share

MEDAN -- Mengajar siswa agar paham matematika tidak cukup hanya dengan memberikan hafalan rumus-rumus, karena metode seperti itu hanya akan menghilangkan kesempatan mereka untuk berlatih berpikir. Ketua Program Studi Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Josua Sabandar, di Medan, Kamis (23/7) mengatakan, belajar matematika berkaitan erat dengan aktivitas dan proses belajar berpikir.

Hal itu, menurut dia, berkaitan erat dengan karakteristik matematika sebagai suatu ilmu sekaligus human activity, yakni matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan pembuktian yang logis dengan menggunakan istilah-istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat. Karenanya, kata dia, tanpa meningkatkan dan mengandalkan pembelajaran matematika yang berkualitas dengan menuntun siswa mau berpikir akan sangat sulit mencapai kemampuan berpikir demi menghasilkan sebuah prestasi belajar matematika yang baik.


Intinya, proses pembelajaran matematika tidak cukup hanya memberikan hafalan rumus-rumus pada anak didik, tapi harus lebih dari itu, dengan memberikan soal-soal yang mampu membuat siswa berpikir secara logis. Menurut dia, aktivitas dan proses berpikir akan terjadi apabila seorang individu berhadapan dengan suatu masalah yang mendesak dan menantang, sehingga memicunya untuk berpikir demi memperoleh kejelasan dan solusi terhadap masalah yang dihadapinya.

Dia menuturkan, secara umum ada beberapa alasan yang berkaitan dengan pentingnya kehadiran proses berpikir dalam proses pembelajaran matematika yang dapat menjadi pedoman dalam memunculkan jawaban terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa. Ia mencontohkan dengan menambah kurikulum yang dapat memicu daya nalar siswa sehingga dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dan mampu menjawab permasalahan yang dihadapinya.

Selain itu, pentingnya kehadiran proses berpikir juga dilatarbelakangi perubahan pandangan mengenai tujuan pendidikan, di mana kemampuan berpikir harus menjadi tujuan yang penting dan utama dalam proses pembelajaran. Begitu juga fakta yang memaparkan bahwa pembelajaran yang monoton dengan cara tradisional tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa secara optimal. "Dewasa ini terdapat pandangan bahwa proses berpikir yang baik akan mengantarkan seseorang pada pemahaman yang lebih mendalam di berbagai disiplin ilmu. Inilah mengapa matematika sangat penting karena melibatkan proses berpikir," katanya.ant/bur

Mengajar Matematika Tidak Cukup Hafal Ru

Mengajar Matematika Tidak Cukup Hafal Ru

um

s

By Republika Newsroom
Kamis, 23 Juli 2009 pukul 18:43:00
Font Size A A A
Email EMAIL
Print PRINT
Facebook
Bookmark and Share

MEDAN -- Mengajar siswa agar paham matematika tidak cukup hanya dengan memberikan hafalan rumus-rumus, karena metode seperti itu hanya akan menghilangkan kesempatan mereka untuk berlatih berpikir. Ketua Program Studi Pendidikan Pasca Sarjana Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, Josua Sabandar, di Medan, Kamis (23/7) mengatakan, belajar matematika berkaitan erat dengan aktivitas dan proses belajar berpikir.

Hal itu, menurut dia, berkaitan erat dengan karakteristik matematika sebagai suatu ilmu sekaligus human activity, yakni matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan pembuktian yang logis dengan menggunakan istilah-istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas, dan akurat. Karenanya, kata dia, tanpa meningkatkan dan mengandalkan pembelajaran matematika yang berkualitas dengan menuntun siswa mau berpikir akan sangat sulit mencapai kemampuan berpikir demi menghasilkan sebuah prestasi belajar matematika yang baik.


Intinya, proses pembelajaran matematika tidak cukup hanya memberikan hafalan rumus-rumus pada anak didik, tapi harus lebih dari itu, dengan memberikan soal-soal yang mampu membuat siswa berpikir secara logis. Menurut dia, aktivitas dan proses berpikir akan terjadi apabila seorang individu berhadapan dengan suatu masalah yang mendesak dan menantang, sehingga memicunya untuk berpikir demi memperoleh kejelasan dan solusi terhadap masalah yang dihadapinya.

Dia menuturkan, secara umum ada beberapa alasan yang berkaitan dengan pentingnya kehadiran proses berpikir dalam proses pembelajaran matematika yang dapat menjadi pedoman dalam memunculkan jawaban terhadap permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa. Ia mencontohkan dengan menambah kurikulum yang dapat memicu daya nalar siswa sehingga dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dan mampu menjawab permasalahan yang dihadapinya.

Selain itu, pentingnya kehadiran proses berpikir juga dilatarbelakangi perubahan pandangan mengenai tujuan pendidikan, di mana kemampuan berpikir harus menjadi tujuan yang penting dan utama dalam proses pembelajaran. Begitu juga fakta yang memaparkan bahwa pembelajaran yang monoton dengan cara tradisional tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir siswa secara optimal. "Dewasa ini terdapat pandangan bahwa proses berpikir yang baik akan mengantarkan seseorang pada pemahaman yang lebih mendalam di berbagai disiplin ilmu. Inilah mengapa matematika sangat penting karena melibatkan proses berpikir," katanya.ant/bur

Lomba Bercerita: Tumbuhkan Minat Baca

» Bahasa Indonesia English version
Pengunjung Online : 16 Anda pengunjung ke 381.796
Sejak 23 Muharam 1430
( 20 Januari 2009 )
Minggu, 16 Agustus 2009
Beranda » Berita » Lomba Bercerita: Tumbuhkan Minat Baca
27 Juni 2009 09:41

Lomba Bercerita: Tumbuhkan Minat Baca

Lomba Bercerita: Tumbuhkan Minat Baca

Sungailiat, Babel - Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka, Selasa (23/6) kemarin mengelar lomba bercerita sejarah dan pahlawan nasional untuk menyeleksi siswa sekolah dasar. Para siswa yang lolos seleksi ini akan bertanding dalam lomba bercerita tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 14 hingga 15 Juli nanti di Pangkalpinang.

Lomba bercerita ini diikuti sebanyak 15 peserta dari SDN 3, SDN 24, SDN 1 dan SDN 10 Sungailiat.

Menurut Kepala Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Arpani melalui Kasubag TI Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Nur Yasin, lomba bercerita ini bertujuan menarik minat baca anak sekolah dasar. Selain itu kegiatan ini juga dilakukan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme pada anak sejak dini agar anak mengetahui sejarah dan pahlawan nasional.

“Kami mendapat surat dari Perpustakaan RI, untuk mengadakan seleksi lomba bercerita tingkat sekolah dasar untuk ke tingkat nasional. Hasil seleksi ini nanti akan mengikuti lomba di tingkat provinsi,” jelas Nur Yasin kepada wartawan saat ditemui di Kantor Perpustakaan dan Kearsipakan Kabupaten Bangka.

Dari 15 peserta ini akan disaring lima peserta untuk mewakili Kabupaten Bangka bertanding di tingkat provinsi.

“Nanti yang diikutsertakan juara satu, dua dan tiga,” jelas Nur Yasin.

Hasil seleksi lomba bercerita ini menurutnya akan dibina Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Nasional sebelum bertanding di tingkat provinsi.

“Anak-anak yang berhasil masuk seleksi ini juga tetap dibina guru sekolah mereka masing-masing,” ujar Nur Yasin.

Sementara itu, Saipul siswa SDN 3 Sungailiat yang mengikuti seleksi lomba bercerita mengaku, baru pertama kali mengikuti lomba bercerita.

“Baru pertama ni lah ikut. Ku dibimbing bu guru,” kata Saipul yang membawakan cerita pahlawan nasional Supriadi.

Ia berharap bisa menjadi juara dalam lomba bercerita ini sehingga bisa bertanding di tingkat provinsi.(chy)

Sumber : http://cetak.bangkapos.com/ (Kamis, 24 Juni 2009)
Kredit foto : http://ceritarakyatnusantara.com/

Dibaca 108 kali
^^ Kembali ke atas

Berita terkait

23 Juli 2009 09:59

Gempita Fantasi Anak Digelar

Bookmark and Share

SD Negeri 24 Sungailiat Bangka